Puisi “Senja di Pelabuhan Kecil” termasuk puisi modern. Hal itu dapat kita lihat dari struktur baris dan baitnya. Adanya tanda titik di tengah baris menunjukkan perbedaan puisi tersebut dari puisi lama dan puisi baru. Puisi diatas terdiri atas tiga bait dan tiap-tiap bait dibentuk oleh empat baris. Seluruh bait dan baris mengungkapkan tema kedukaan atas cinta. Tema tersebut, antara lain, tampak pada penggunaan bahasanya. Kata-kata, penggambaran alam, dan suasana yang dilukiskan oleh penyair membantu mengungkapkan tema itu.
Selasa, 03 Desember 2013
Filsafat
Bahasa adalah sistem simbol dan
tanda. Yang dimaksud dengan sistem simbol adalah hubungan simbol dengan makna
yang bersifat konvensional. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem tanda adalah
bahwa hubungan tanda dan makna bukan konvensional tetapi ditentukan oleh sifat
atau ciri tertentu yang dimiliki benda atau situasi yang dimaksud. Dalam bahasa
Indonesia kata cecak memiliki hubungan kausal dengan referennya atau
binatangnya. Artinya, binatang itu disebut cecak karena suaranya kedengaran
seperti cak-cak-cak. Oleh karena itu kata cecak disebut tanda bukan simbol.
Problema bahasa adalah problema makna.
Filsafat Bahasa
A. Pengertian
Filsafat Bahasa
Jika
dilihat dari ilmu asal usul kata (etimologi),
istilah filsafat diambil dari kata falsafah yang berasal dari bahasa Arab.
Istilah ini diadopsi dari bahasa Yunani, yaitu dari kata ‘philosophia’. Kata philosophia terdiri dari
kata philein yang berarti cinta (love),
dan sophia yang berarti kebijaksanaan (wisdom).
Secara etimologis filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan (love of wisdom) secara mendalam. Dari
sini terdapat ungkapan yang menyatakan bahwa filosof (filsuf, failasuf) adalah
seorang yang sangat cinta akan kebijaksanaan secara mendalam.
Analisis Wacana dan Pengajaran Bahasa
Disamping istilah
analisis wacana sering pula dipakai istilah studi wacana (“the Study of
Discourse”) yang sering diartikan lebih sempit, yakni studi tentang
kalimat-kalimat yang berkaitan dan dihasilkan oleh seorang pembicara. Dalam hal
ini, dibedakan antara “discourse” dan “Talk-exchange” (yang di dalamnya
termasuk komporsesion). Surat, lelucon, cerita, kuliah, khotbah dan pidato
dimasukkannya dalam discourse, tetapi argumentasi (adu argument), wawancara,
perundingan bisnis silang teratur dimasukkan dalam talk-exchange.
Analisis wacana
masih dalam proses mencari bentuk dalam usaha menempatkan diri dalam kedudukan
sebagai salah satu disiplin yang memiliki sistematika, metode, dan objek yang
jelas.